Nasihat Untuk Diri Sendiri : Orang Tua, Pentingkah?

00.32 Dery Rizki Purwanto 0 Comments

Assalamu’alaikum

    Beberapa dari teman-teman mungkin sudah bisa menebak isi dari tulisan saya kali ini. Orang Tua, Pentingkah?

    Mungkin teman-teman sudah akrab dengan kisah dongeng Malin Kundang yang durhaka kepada orang tuanya, lalu ia berubah jadi batu. Masa iya sih sebegitunya doa orang tua bisa di ijabah?. Kisah nyata berasal dari pemuda di Jeddah yang akan divonis hukuman penjara 10 tahun, padahal ia tidak bersalah. Karena fitnah yang didapatkannya ini, satu jam sebelum divonis  ia pun meminta pendapat kepada seorang syaikh lewat telfon tentang apa yang harus ia lakukan. Syaikh bertanya kepada pemuda tersebut “apakah kamu masih punya orang tua yang hidup?”. Pemuda itu menjawab “masih syaikh ibu saya, kalau ayah sudah meninggal”. Lalu Syaikh tersebut bilang “sekarang kamu masih ada waktu satu jam, keluar dari pengadilan dan cari tempat makan terbaik yang ada disana. Lalu, kamu belikan makanan yang terbaik darisana lalu kamu bawakan kepada ibumu. Ajak ibumu makan bersama”. Sang pemuda yang heran menjawab, “Syaikh saya satu jam lagi divonis di penjara, mana ada waktu?”. “coba kamu lakukan, niatkan tulus untuk berbakti kepada orang tua”, jawab Syaikh. Lalu, satu jam setelah itu pemuda tadi menelfon Syaikh seraya bersyukur “Alhamdulillah syaikh, Jazakallah khair, semoga Allah membalas kebaikanmu. Saya tidak jadi divonis karena tiba-tiba ada orang yang datang memberitahu kejahatan yang sebenarnya serta membawa bukti yang kuat dan ternyata terbongkar semua dusta ini”. Lalu Syaikh bertanya “kira-kira menurutmu apa sebabnya?”. “Demi Allah Syaikh, semenjak saya masuk kerumah saya membawakan ibu saya makanan, ibu saya sangat bergembira. Sambil menangis ia terus mendoakan saya ‘nak semoga urusanmu mudah’. Padahal ibu saya tidak tahu samasekali urusan saya.’semoga panjang umur, semoga kamu ini.. itu..’ selama setengah jam penuh saya didoakan oleh ibu saya. Dan saya merasa doa ibu saya lah yang membuat saya selamat”. Syaikh menjawab, “Begitulah arti bakti kepada orang tua”.

    Sebegitu dahsyatnya doa Orang Tua. Mereka mungkin tidak bisa berhenti memikirkan kita, “anakku sudah makan belum, bagaimana nanti ini… itu…, apakah anakku sudah sampai tujuannya atau belum” dan masih banyak pertanyaan lain yang mungkin sering berada di pikiran Orang Tua kita. Tapi mungkin kita sering lupa sama Orang Tua kita. Ingatkah dulu sebelum kamu ada di perut ibumu, mereka selalu menantikan kehadiran dirimu?. Apa yang terjadi setelah itu? setelah kamu ada diperutnya kamu mulai menyusahkan ibumu, kesana kemari ibumu harus membawamu. Selalu berhati-hati supaya kamu baik-baik saja. Kamu bergerak-gerak di perut ibumu, menendang perutnya, namun apa yang dikatakan ibumu kepada ayahmu? Apakah ia marah-marah mengeluh? Tidak. Ibumu senang saat kamu menendang perutnya. “yah, anak kita suka nendang nih.” ia mengatakannya dengan penuh senyum di wajahnya. bukankah melahirkanmu mengorbankan nyawa ibumu? Apakah kamu pernah membayangkannya? Kamu lahir pun masih menyusahkan, tangisanmu di malam hari. Waktu tidur Orang Tua mu semakin sempit. Apakah mereka membencimu?. Mereka sangat mencintaimu. Seiring berjalannya waktu kamu pun tumbuh besar, diajarkannya lah berbagai macam hal baru kepadamu. masuk Sekolah di hari pertamamu, betapa bahagianya mereka. Terus bertumbuh besarnya dirimu, Apa yang telah kamu balas kepada mereka? Kamu sudah tumbuh besar dan semakin pintar. Saking pintarnya dirimu, kamu sering membohongi mereka. Minta uang untuk membeli buku sekolah atau bayaran sekolah, tapi nominal yang kamu sebut itu berlebih untuk tambah uang jajanmu. Izin kerumah teman untuk meminjam buku pelajaran atau kerja kelompok tapi malah Pacaran atau melakukan maksiat lain. Apa lagi kebohongan lainnya? Betapa pintarnya dirimu? Bukankah kamu bukan apa-apa bila mereka tidak mengajarkanmu apapun saat kamu baru lahir? Jadi inikah balasanmu kepada mereka?Sekalipun kamu meminta jantung mereka pun, mungkin mereka akan memberinya. Begitulah Orang Tua.

    “Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)

    Semoga Penulis khususnya, dan teman-teman pembaca umumnya(Sesuai judul Nasihat Untuk Diri Sendiri), terus berbakti kepada orang tua dengan sebaik-baiknya.


Wassalamu’alaikum

------------------------------------------------------------------------------
Sumber Referensi :

https://rumaysho.com/480-ibu-ayah-aku-ingin-meraih-surga.html
https://www.youtube.com/watch?v=PC0oFHJFNUg

You Might Also Like

0 komentar: